16.00

Pukul empat sore.

Kala itu sedang gerimis, atap halte bus menjadi tempat mereda. Ada seorang nenek duduk di ujung sana, mengamati langit yang lamat-lamat tenang. Tatapannya penuh makna, entah menatap apa. Katanya, ia selalu berada di sini, tepat pukul 4 di sore hari. Bukan, ia tidak menunggu kedatangan bus. Katanya, hanya mengenang apa yang akan selalu terkenang. 
Cuaca buruk saat itu, mengakibatkan orang yang dicintai sang Nenek tidak kunjung datang. Oh, rupanya sedang menunggu kedatangan seseorang. Sama seperti aku,

39 tahun berlalu, masih terekam sangat jelas, di tempat yang sama dan pada waktu yang sama pula, atmosfernya masih sama.
Sudah satu jam, sudah waktunya aku untuk pergi. Takut ketinggalan pemakamannya!

Komentar